Saham MORA Melonjak, Sentimen Merger MyRepublic Menguat

2 menit baca
saham MORA
Saham MORA Melonjak, Sentimen Merger MyRepublic Menguat

Saham MORA Terus Menguat Berkat Sentimen Merger Strategis

Saham MORA atau PT Mora Telematika Indonesia Tbk terus mencatatkan penguatan signifikan seiring sentimen rencana merger dengan PT Eka Mas Republik, pemilik merek MyRepublic. Minat investor meningkat tajam setelah pasar menilai aksi korporasi ini berpotensi mengubah peta industri internet fixed broadband di Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (15/1/2026), saham MORA ditutup di level Rp13.525 per saham. Dalam kurun tiga bulan terakhir, harga saham emiten infrastruktur telekomunikasi ini telah melesat hingga 1.152,31%.

(Baca juga: BUVA serap RI untuk Ekspansi Properti Bali)

Rencana Merger Moratelindo–MyRepublic

Peran DSSA dalam Aksi Korporasi

PT Eka Mas Republik merupakan entitas usaha dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Manajemen DSSA menegaskan bahwa rencana merger Moratelindo dan MyRepublic menjadi bagian dari strategi ekspansi bisnis digital grup.

Direktur DSSA, David Fernando dan Alex Susanto, menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan sektor infrastruktur digital dan konektivitas.

Fokus Pengembangan Jaringan Homepass

Manajemen menyebutkan bahwa aset dari Grup MyRepublic akan dialokasikan untuk memperluas jaringan homepass. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kualitas jaringan, serta daya saing layanan internet fixed broadband.

Dengan infrastruktur yang terus berkembang, perseroan melihat peluang kontribusi bisnis digital yang semakin besar di masa depan.

Prospek Industri Internet dan Digitalisasi

Pertumbuhan Permintaan Layanan Digital

Manajemen DSSA memproyeksikan bisnis penyediaan TV kabel, internet, dan teknologi akan terus tumbuh. Digitalisasi yang berkelanjutan dan peningkatan kebutuhan data rumah tangga menjadi pendorong utama.

Entitas hasil merger Moratelindo dan MyRepublic menargetkan posisi sebagai penyedia layanan internet dengan cakupan homepass dan basis pelanggan terbesar kedua di Indonesia.

Pandangan Analis: Waspadai Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Sell on Strength

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan harga saham MORA tergolong wajar. Pasar telah mem-price-in rencana merger sejak pengumuman resmi pada Desember 2025.

Menurutnya, pergerakan saham MORA telah membentuk tren uptrend yang kuat. Namun, seiring lonjakan harga yang agresif, investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Nafan merekomendasikan strategi sell on strength untuk mengamankan keuntungan, terutama bagi investor yang telah menikmati kenaikan signifikan.

Kesimpulan

Kenaikan tajam saham MORA mencerminkan optimisme pasar terhadap rencana merger strategis Moratelindo dan MyRepublic. Aksi korporasi ini membuka peluang terbentuknya pemain besar baru di industri internet Indonesia.

Meski prospek jangka panjang terlihat menarik, lonjakan harga yang sangat cepat menuntut kehati-hatian. Strategi ambil untung bertahap menjadi pendekatan rasional di tengah euforia pasar.

Referensi

  • Keterbukaan informasi PT Mora Telematika Indonesia Tbk

  • Pernyataan manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

  • Analisis Mirae Asset Sekuritas