Ekonomi Global
Jakarta, 17 Desember 2025 — Perkembangan pasar saham global pada perdagangan 17 Desember 2025 menunjukkan pergerakan campuran dengan kecenderungan positif, didorong oleh optimisme pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin longgar serta berlanjutnya pemulihan ekonomi global.
Namun demikian, sentimen pasar masih dibayangi oleh sejumlah risiko, mulai dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah hingga tekanan inflasi di kawasan Eropa. Indeks global MSCI World Index tercatat naik sekitar 0,8%, mencerminkan kinerja positif saham-saham sektor teknologi dan energi.
Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar saham global diperkirakan mencapai sekitar US$110 triliun, tumbuh sekitar 1,2% dibandingkan hari sebelumnya.
Perkembangan Pasar Saham Amerika Serikat
Pasar saham Amerika Serikat kembali mencatatkan penguatan, didorong oleh sentimen positif dari kebijakan Federal Reserve serta kinerja emiten teknologi besar.
-
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,5% ke level 42.150 poin, didukung saham sektor industri seperti Boeing dan Caterpillar.
-
S&P 500 menguat 0,7% ke 5.820 poin, dengan saham teknologi seperti Apple dan Nvidia mencatat kenaikan hingga 1,2%.
-
NASDAQ Composite menjadi indeks dengan kinerja terbaik, melonjak 1,1% ke 20.450 poin, seiring meningkatnya minat investor terhadap saham bertema kecerdasan buatan (AI).
Pernyataan The Fed mengenai peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 turut memperkuat sentimen pasar, meskipun kekhawatiran terhadap potensi resesi ringan masih membayangi.
Pasar Saham Eropa Lebih Volatil
Berbeda dengan AS, pasar saham Eropa bergerak lebih volatil akibat tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang relatif ketat.
-
FTSE 100 (Inggris) turun 0,2% ke 8.320 poin, tertekan sektor perbankan.
-
DAX (Jerman) naik 0,4% ke 19.850 poin, didukung rebound sektor otomotif setelah kesepakatan dagang Uni Eropa–China.
-
CAC 40 (Prancis) relatif stabil di 7.650 poin (+0,1%), ditopang saham energi seperti TotalEnergies.
Sikap European Central Bank (ECB) yang masih cenderung hawkish serta ketegangan geopolitik di Ukraina membuat pasar Eropa bergerak lebih hati-hati.
Pasar Asia-Pasifik Didominasi Sentimen Regional
Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan pasar saham menunjukkan variasi antarnegara.
-
Nikkei 225 (Jepang) melonjak 1,3% ke 40.200 poin, didukung pelemahan yen dan kinerja ekspor Toyota serta Sony.
-
Shanghai Composite (China) turun 0,6% ke 3.350 poin, tertekan regulasi sektor properti dan ketegangan dagang dengan AS.
-
Hang Seng (Hong Kong) naik 0,9% ke 19.800 poin, didorong penguatan saham teknologi seperti Tencent.
-
ASX 200 (Australia) menguat 0,5%, seiring stabilnya harga komoditas.
Sementara itu, MSCI Emerging Markets Index naik 0,6%, dengan pasar Indonesia turut menguat. IHSG tercatat naik sekitar 0,4% ke level 7.850 poin, didukung sentimen positif dari sektor ekspor nikel dan kelapa sawit.
Faktor Pendorong dan Risiko Pasar Global
Faktor Positif
-
Sektor Teknologi & AI terus menjadi motor penggerak pasar global, dengan valuasi industri AI diperkirakan telah mencapai US$500 miliar.
-
Energi Hijau dan transisi ke renewable energy mendukung saham-saham terkait.
-
Kebijakan Moneter Global yang semakin dovish meningkatkan likuiditas pasar.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
-
Inflasi & Harga Energi: Harga minyak Brent di kisaran US$85 per barel berpotensi memicu tekanan inflasi baru.
-
Geopolitik Global: Konflik Timur Tengah dan ketegangan geopolitik lainnya berpotensi mengganggu stabilitas pasar.
-
Volatilitas Pasar: Indeks volatilitas VIX naik ke level 18, mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Outlook Pasar Saham Global
Ke depan, pasar akan mencermati arah kebijakan bank sentral global, data inflasi lanjutan, serta perkembangan geopolitik. Jika sentimen dovish The Fed berlanjut, pasar saham global berpotensi mencatatkan penguatan lanjutan dalam jangka pendek, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Baca juga : https://nexmancoffee.com/bei-buka-suspensi-saham-care-nato-rlco-dan-ayam-dua-saham-sentuh-ara/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Artikel Lainnya
Ekonomi Global
Serangan AS ke Venezuela Picu Ketegangan Geopolitik, Saham MEDC dan ELSA Berpotensi Terdampak
Jakarta, 3 Januari 2026 — Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer di Caracas, Venezuela, pada…
Ekonomi Global
Arah Kebijakan Bank Sentral Global Kian Dovish, Peluang Menguat di USD dan Aset Berisiko
Peta kebijakan moneter global menunjukkan pergeseran yang semakin akomodatif, dengan mayoritas bank sentral utama mengambil sikap dovish di tengah inflasi yang mulai melandai dan…