Berita & Update Finansial
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencuri perhatian pasar setelah melonjak 14,75% ke level Rp420 pada perdagangan Jumat (2/1/2026), seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 1,17%.
Lonjakan harga saham BUMI dinilai tidak lepas dari kombinasi sentimen teknikal dan fundamental, termasuk langkah diversifikasi bisnis serta potensi masuk indeks global.
Diversifikasi Bisnis Jadi Penggerak Utama
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai penguatan saham BUMI didorong oleh strategi diversifikasi perseroan di luar bisnis batu bara. Melalui rights issue terbaru, BUMI meningkatkan kepemilikan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML), yang beroperasi di sektor mineral.
Langkah ini memperkuat posisi BUMI dalam ekspansi bisnis non-batu bara, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap volatilitas harga komoditas batu bara.
Kinerja Keuangan dan Sentimen MSCI
Dari sisi operasional, hingga September 2025 BUMI mencatatkan pendapatan naik 11,9% secara tahunan (yoy) menjadi sekitar US$1,03 miliar. Namun, laba bersih tercatat turun 76% yoy menjadi US$29,4 juta, terutama akibat tekanan harga batu bara serta beban non-operasional.
Meski demikian, pasar juga merespons positif sentimen potensi masuknya BUMI ke MSCI Indonesia Standard Cap Index pada review MSCI Februari 2026. Jika terealisasi, hal ini berpotensi meningkatkan eksposur BUMI terhadap aliran dana investor institusi global.

Analisis Teknikal: Menuju Area Puncak Jangka Pendek
Secara teknikal, BRIDS melihat saham BUMI masih berada dalam tren bullish. Penguatan signifikan pada perdagangan terakhir sekaligus membawa harga menembus level resistance di 402.
Menurut analisis tersebut, saham BUMI masih memiliki ruang penguatan lanjutan menuju area 430–450, yang diperkirakan sebagai zona titik puncak (peak) jangka pendek. Di area tersebut, investor dinilai perlu lebih waspada terhadap potensi aksi ambil untung.
Kesimpulan Pasar
Kombinasi strategi diversifikasi, sentimen indeks global, dan konfirmasi teknikal menjadikan saham BUMI sebagai salah satu saham paling aktif diperdagangkan di awal 2026. Meski prospek jangka pendek masih positif, pelaku pasar disarankan tetap mencermati dinamika harga komoditas dan perkembangan kinerja fundamental perseroan ke depan.
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…