Berita & Update Finansial
Jakarta, 3 Januari 2026 — PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menunjukkan langkah agresif dalam menangkap peluang bisnis kendaraan listrik (EV) dan ekosistem pendukungnya pada 2026. Produsen suku cadang otomotif ini menyiapkan ekspansi melalui akuisisi strategis serta pengembangan fasilitas produksi baru untuk memperkuat posisi di rantai pasok EV nasional.
Direktur Utama DRMA, Irianto Santoso, menyampaikan optimisme terhadap prospek industri komponen otomotif Indonesia yang terus meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, serta penetrasi pasar ekspor. Menurutnya, transformasi industri menuju elektrifikasi membuka peluang pertumbuhan baru bagi produsen suku cadang.
Akuisisi Produsen Plastik Presisi
Pada 2026, DRMA menargetkan akuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia dengan nilai transaksi sekitar Rp41 miliar. Mah Sing Indonesia dikenal sebagai produsen komponen plastik otomotif presisi tinggi untuk kendaraan roda empat.
Akuisisi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas portofolio bisnis DRMA di segmen komponen otomotif mobil, sekaligus meningkatkan integrasi vertikal dan efisiensi rantai pasok.
Masuk ke Bisnis Battery Energy Storage Systems (BESS)
Tak hanya memperkuat bisnis inti, DRMA juga memperluas sayap ke ekosistem kendaraan listrik. Perseroan telah membeli lahan pabrik baru di kawasan industri MM210, yang akan difokuskan untuk pengembangan Manufacturing Battery Energy Storage Systems (BESS).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi DRMA untuk mengambil peluang dari pertumbuhan EV di Indonesia, terutama pada kebutuhan penyimpanan energi dan sistem pendukung kendaraan listrik.
Ekspor Jadi Penopang, Daya Beli Domestik Masih Tantangan
Meski prospek jangka panjang dinilai positif, industri otomotif nasional masih menghadapi tantangan, khususnya dari sisi daya beli dan serapan pasar domestik. DRMA berharap adanya dukungan pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri otomotif, termasuk produsen suku cadang.
Saat ini, pasar ekspor masih menjadi penopang utama kinerja bisnis komponen otomotif Indonesia, di tengah dinamika permintaan dalam negeri yang belum sepenuhnya pulih.
Fokus 2026: Ekspansi dan Adaptasi EV
Dengan strategi akuisisi, pengembangan fasilitas BESS, serta ekspansi pasar ekspor, DRMA menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan perubahan industri otomotif global. Perseroan menilai transisi menuju kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan peluang struktural jangka panjang bagi industri komponen.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing DRMA dan membuka sumber pertumbuhan baru di tengah transformasi industri otomotif nasional.
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…
