Berita & Update Finansial

Presiden Direktur SLJ Global (SULI) Suntik Dana Rp26 Miliar, Perkuat Likuiditas di Tengah Restrukturisasi Utang

Nexman Coffee
04 Januari 2026

Jakarta, 4 Januari 2026PT SLJ Global Tbk (SULI) memperoleh suntikan dana segar sebesar SGD2 juta atau setara Rp26 miliar melalui skema pinjaman pemegang saham (shareholder loan). Dana tersebut diberikan langsung oleh Presiden Direktur SULI, Amin Sunarko, sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha perseroan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa suntikan dana ini dilakukan di tengah proses restrukturisasi utang dan penguatan struktur permodalan yang tengah dijalankan perseroan.

Pinjaman Tanpa Bunga, Fleksibel hingga Maret 2026

Manajemen SULI menegaskan bahwa pinjaman dari Amin Sunarko diberikan tanpa bunga, sehingga dinilai jauh lebih ringan dibandingkan pembiayaan perbankan. Selain itu, jangka waktu pelunasan yang fleksibel hingga 31 Maret 2026 memberi ruang bernapas bagi arus kas perseroan.

“Perseroan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk menunjang kelangsungan usaha, termasuk memenuhi kebutuhan operasional,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Minggu (4/1/2026).

Dana tersebut akan difokuskan untuk pelunasan liabilitas jangka pendek, yang hingga 30 September 2025 tercatat mencapai USD23,4 juta. Dengan demikian, beban keuangan diharapkan dapat ditekan dan struktur neraca menjadi lebih sehat.

Bagian dari Strategi Restrukturisasi Menyeluruh

Selain shareholder loan, SULI juga tengah menyiapkan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan porsi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor.

Amin Sunarko sendiri bukan hanya menjabat sebagai Presiden Direktur SULI, tetapi juga merupakan Direktur Naturverse, pemegang saham mayoritas perseroan yang saat ini menguasai 1,3 miliar saham atau setara 20,57% kepemilikan SULI.

Langkah ini menegaskan komitmen pengendali dalam menopang keberlanjutan bisnis perusahaan kehutanan dan perkayuan tersebut.

Target Pemulihan Kinerja

Manajemen menargetkan perbaikan kinerja operasional setelah tambahan likuiditas ini, dengan mendorong peningkatan produksi dan penjualan secara lebih agresif. Harapannya, tren negatif keuangan dapat dibalik secara bertahap.

Sebagai catatan, hingga 30 September 2025, SULI masih mencatatkan rugi bersih Rp19 miliar, namun angka tersebut telah menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan rugi Rp107 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee