Berita & Update Finansial

Pemegang Saham CBDK Lepas Saham Rp 14,6 Triliun, PANI Resmi Kuasai Hampir 86%

JAKARTA — Struktur kepemilikan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengalami perubahan signifikan setelah dua pemegang saham lama, PT Tunas Mekar Jaya dan PT Agung Sedayu, melakukan divestasi besar-besaran sepanjang 15–19 Desember 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Tunas Mekar Jaya melepas 1,16 miliar saham CBDK dengan harga Rp 6.450 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp 7,5 triliun. Pasca transaksi, kepemilikan Tunas Mekar Jaya menyusut drastis dari 22,05% menjadi 1,51% atau tersisa 85,77 juta saham.

Pada periode yang sama, Agung Sedayu juga menjual 1,10 miliar saham CBDK di harga serupa, dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,13 triliun. Kepemilikan Agung Sedayu turun dari 22,05% menjadi 2,54%, atau setara 144,06 juta saham.

Manajemen menyatakan bahwa aksi pelepasan saham tersebut dilakukan sebagai divestasi untuk realisasi nilai investasi, seiring optimalisasi portofolio pemegang saham.

PANI Perkuat Kendali atas CBDK

Mayoritas saham yang dilepas tersebut diduga kuat diserap oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Dalam keterbukaan informasi BEI, PANI tercatat membeli 2,27 miliar saham CBDK dengan harga Rp 6.450 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 14,64 triliun.

Usai transaksi, kepemilikan PANI di CBDK melonjak signifikan dari 45,90% menjadi 85,95%, atau setara 4,87 miliar saham, menjadikan PANI sebagai pengendali hampir penuh atas CBDK.

Manajemen PANI menyebutkan bahwa transaksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan dan memperkuat kontrol strategis terhadap CBDK.

Aktivitas Perdagangan dan Dampak ke Saham

Mengacu pada data RTI, pada perdagangan Jumat (19/12/2025) di pasar negosiasi, nilai transaksi saham CBDK mencapai sekitar Rp 5 triliun, dengan harga saham turun 31,21% ke Rp 6.450 per saham, mencerminkan harga transaksi negosiasi.

Sementara itu, di pasar reguler, saham CBDK justru ditutup menguat 0,28% ke Rp 8.850 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,1 triliun dan volume perdagangan 7,82 juta saham. Saham CBDK bergerak di rentang Rp 8.550–Rp 9.000 sepanjang perdagangan.

Right Issue PANI Jadi Katalis Lanjutan

Sebelumnya, PANI juga telah mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue ketiga, dengan target penghimpunan dana hingga Rp 16,7 triliun.

Sebanyak Rp 16,1 triliun dari dana tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan kepemilikan PANI di CBDK hingga maksimum 90%, sementara Rp 600 miliar sisanya digunakan untuk mendukung kegiatan usaha anak perusahaan, terutama pada tahap pra-konstruksi dan konstruksi.

Jika rencana ini terealisasi, maka PANI berpotensi menjadi pemilik dominan CBDK dengan kendali hampir penuh pada akhir 2025, memperkuat integrasi bisnis properti dan pengembangan kawasan strategis.

Baca juga : https://nexmancoffee.com/7-saham-watchlist-breakout-desember-2025-itma-inco-amrt-hingga-nckl-layak-dipantau/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee