Bisnis & Korporasi
MORA Akan Merger dengan MyRepublic, Sinar Mas Masuk Jadi Pemain Kunci Broadband
Emiten telekomunikasi PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mengumumkan rencana penggabungan usaha (merger) dengan PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia, yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas. Dalam skema ini, MyRepublic akan dilebur (absorbed) ke dalam MORA sebagai pihak penerima penggabungan.
Rencana merger tersebut telah dituangkan dalam perjanjian penggabungan usaha definitif dan ditargetkan rampung pada semester I 2026, setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan regulator terkait.
Struktur Merger dan Dampak ke Pemegang Saham
Dalam rangka mengeksekusi merger, MORA akan menerbitkan sekitar 24,12 miliar saham baru yang akan diberikan kepada pemegang saham EMR/MyRepublic. Akibat penerbitan saham baru tersebut, pemegang saham lama MORA akan terdilusi sekitar 50,5% setelah merger efektif.
Detail mengenai rasio tukar saham dan valuasi final masih menunggu dokumen resmi serta persetujuan RUPSLB. Namun, transaksi ini dipastikan akan mengubah struktur kepemilikan MORA secara signifikan.
UBO dan Masuknya Grup Sinar Mas
Di balik transaksi ini, muncul nama Franky Oesman Widjaja (Grup Sinar Mas) dan Farida Bau sebagai Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari entitas yang terlibat dalam merger MORA–MyRepublic.
Masuknya Grup Sinar Mas dipandang sebagai sinyal kuat terhadap dukungan modal, jaringan bisnis, dan kredibilitas jangka panjang bagi MORA, khususnya dalam industri fixed broadband yang padat modal.
Prospek Bisnis Pasca-Merger: Integrated Broadband Player
Positif Struktural: Skala Bisnis Membesar
Merger ini berpotensi menciptakan pemain broadband terintegrasi, dengan:
-
MORA kuat di backbone fiber, wholesale, dan segmen B2B
-
MyRepublic kuat di retail fixed broadband (FTTH) di kota-kota besar
Kombinasi tersebut dinilai dapat membentuk model bisnis end-to-end, dari infrastruktur hingga last-mile, yang kerap dibandingkan dengan model Telkom–IndiHome versi swasta.
Dukungan Ekosistem Sinar Mas
Masuknya MyRepublic berarti MORA berpotensi:
-
Mengakses modal lebih besar untuk capex
-
Melakukan bundling layanan dengan ekosistem Sinar Mas (properti, enterprise, konten)
-
Meningkatkan penetrasi pasar ritel dan korporasi
Hal ini dipandang positif untuk pertumbuhan jangka menengah–panjang.
Sinergi Operasional dan Efisiensi
Dari sisi operasional, merger membuka peluang:
-
Peningkatan utilisasi jaringan fiber MORA dari trafik pelanggan MyRepublic
-
Efisiensi opex melalui integrasi infrastruktur dan jaringan
-
Potensi perbaikan margin EBITDA setelah fase integrasi selesai
Risiko yang Perlu Dicermati Investor
Dilusi Saham Signifikan
Dilusi sekitar 50,5% menjadi risiko utama bagi pemegang saham lama MORA. Dalam jangka pendek, hal ini dapat menekan EPS per saham, meskipun skala bisnis meningkat secara signifikan.
Risiko Eksekusi Integrasi
Integrasi dua entitas ISP bukan proses sederhana, mencakup:
-
Sistem billing
-
Network Operation Center (NOC)
-
Brand dan sales channel
-
Budaya perusahaan
Risiko utama adalah biaya integrasi tinggi dan waktu yang dibutuhkan sebelum sinergi benar-benar tercermin dalam kinerja keuangan.
Persaingan Ketat Fixed Broadband
Pasar fixed broadband Indonesia masih sangat kompetitif, dengan pemain besar seperti:
-
IndiHome (Telkom)
-
Biznet
-
First Media
-
ICON+
Pasca-merger, MyRepublic tetap menghadapi tantangan pricing war dan churn di segmen ritel menengah ke atas.
Sudut Pandang Trader & Investor
-
Pre-merger: saham MORA berpotensi bergerak mengikuti newsflow RUPSLB, rasio tukar, dan approval regulator
-
Post-merger: fokus pasar akan bergeser ke:
-
Apakah dilusi sudah sepenuhnya priced-in
-
Potensi re-rating jika MORA dipersepsikan sebagai integrated broadband play dengan dukungan Sinar Mas
-
Kesimpulan
Merger MORA dengan MyRepublic merupakan aksi korporasi strategis yang mengubah skala dan positioning bisnis MORA secara fundamental. Meski membawa risiko dilusi dan tantangan integrasi, transaksi ini membuka peluang jangka panjang bagi MORA untuk menjadi pemain broadband terintegrasi dengan dukungan grup besar.
Baca juga : https://nexmancoffee.com/lonjakan-ev-dan-baterai-global-jadi-katalis-positif-saham-mbma/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…