Berita & Update Finansial
MBMA (Merdeka Battery Materials) Perkuat Posisi di Rantai Pasok Baterai EV, Fokus Hilirisasi Nikel hingga 2026
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten bertema energi baru dan transisi hijau yang mencuri perhatian pasar. Sebagai bagian dari grup Merdeka Copper Gold (MDKA), MBMA memfokuskan pengembangan bisnis pada rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV), terutama melalui penambangan dan pemrosesan nikel serta penguatan proyek hilirisasi yang terintegrasi.
Hingga akhir 2025, narasi fundamental MBMA didorong oleh kombinasi antara potensi cadangan nikel Indonesia, tren global adopsi EV, dan kebijakan hilirisasi pemerintah yang mendorong nilai tambah mineral di dalam negeri.
Fokus Bisnis MBMA: Nikel untuk Baterai dan Proyek Hilirisasi
Dalam strategi jangka menengah, MBMA memposisikan diri sebagai pemain yang menyasar bahan baku baterai lithium-ion melalui proyek pengolahan nikel berbasis teknologi pemurnian (termasuk skema yang umum dipakai industri baterai).
Secara garis besar, arah bisnis MBMA menitikberatkan pada:
-
Penambangan & pengolahan nikel untuk memasok material intermediate baterai (misalnya MHP atau bentuk produk olahan lain yang digunakan industri baterai).
-
Pengembangan ekosistem hilir melalui kolaborasi industri, termasuk penguatan kawasan industri dan rantai pasok baterai.
-
Diversifikasi material pendukung (misalnya kobalt/litium/grafit) sebagai bagian dari ambisi ekosistem baterai EV yang lebih lengkap.
Dengan tema global elektrifikasi dan peningkatan kebutuhan baterai, strategi MBMA relevan bagi investor yang memantau sektor mineral kritis dan energi hijau.
Kinerja dan Narasi Keuangan: Bertumbuh di Tengah Fluktuasi Harga Nikel
Meski pasar komoditas bersifat siklikal, MBMA dinilai memiliki peluang untuk tetap bertumbuh selama mampu menjaga efisiensi produksi serta mengamankan kontrak penjualan dan perluasan kapasitas.
Namun, sensitivitas terhadap harga nikel global tetap menjadi faktor penting. Saat harga nikel tertekan akibat oversupply, ruang margin bisa menyempit. Di sisi lain, keberhasilan hilirisasi dan peningkatan kapasitas produk bernilai tambah dapat menjadi penahan dampak volatilitas komoditas.
Prospek 2026 dan Katalis yang Dipantau Pasar
Ke depan, prospek MBMA banyak dikaitkan dengan:
-
Pertumbuhan permintaan EV global dan ekspansi industri baterai.
-
Eksekusi proyek hilirisasi (kapasitas produksi, commissioning, utilisasi pabrik).
-
Dukungan regulasi Indonesia yang mendorong pengolahan mineral di dalam negeri.
-
Kualitas kemitraan dan akses pasar ekspor, mengingat rantai pasok baterai sangat bergantung pada integrasi industri.
Jika eksekusi proyek berjalan sesuai rencana, MBMA berpotensi memperkuat perannya dalam rantai pasok baterai regional.
Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor
Seperti emiten tambang dan hilirisasi lainnya, MBMA menghadapi beberapa risiko utama:
-
Volatilitas harga komoditas (nikel/kobalt) yang memengaruhi margin.
-
Risiko regulasi dan ESG, termasuk standar “green nickel” dan isu lingkungan.
-
Risiko proyek dan operasional (keterlambatan proyek, cuaca, logistik, tenaga kerja).
-
Risiko geopolitik & rantai pasok, terutama dinamika pasar global dan kebijakan dagang.
Kesimpulan
Secara narasi, MBMA menjadi salah satu emiten yang menonjol dalam tema besar transisi energi, terutama karena positioning-nya di nikel dan hilirisasi untuk mendukung ekosistem baterai EV. Meski begitu, investor tetap perlu memantau realisasi proyek, perkembangan harga nikel, serta aspek ESG dan kebijakan global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok baterai.
Cek juga : https://nexmancoffee.com/dolar-eksportir-wajib-parkir-di-himbara-mulai-2026-ini-respons-btn-bri-dan-bank-mandiri/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…