Bisnis & Korporasi

Prospek PT Petrosea Tbk (PTRO) Kian Terbuka, Laba 9M25 Melonjak 141,8%

Jakarta, 17 Desember 2025 — Prospek PT Petrosea Tbk (PTRO) ke depan dinilai semakin terbuka seiring penguatan fundamental bisnis dan strategi ekspansi yang dijalankan perseroan. Setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat tingginya biaya pra-operasi serta kontribusi aset akuisisi yang masih terbatas, kinerja PTRO kini menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan, sepanjang sembilan bulan pertama 2025 (9M25) PTRO mencatat laba bersih sebesar US$ 6,93 juta, melonjak 141,8% secara tahunan (YoY). Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.

Pendapatan Tumbuh, Biaya Operasional Turun

Pendapatan bersih PTRO tercatat meningkat 18,42% YoY menjadi US$ 603,84 juta per September 2025. Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai US$ 1,39 miliar, dengan posisi kas dan setara kas sebesar US$ 66,06 juta, mencerminkan likuiditas yang relatif terjaga.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai pertumbuhan kinerja PTRO pada 9M25 ditopang oleh kinerja solid dari bisnis inti perusahaan.

Segmen Konstruksi dan Penambangan Jadi Penopang

Harry mencatat bahwa segmen konstruksi dan rekayasa tumbuh 20% YoY menjadi US$ 271,8 juta, sementara bisnis penambangan meningkat 28% YoY ke level US$ 267,1 juta. Di sisi lain, biaya operasional (opex) justru turun 18,9% YoY menjadi US$ 31,9 juta, sehingga mendorong pertumbuhan laba bersih yang lebih signifikan dibandingkan kenaikan pendapatan.

Kombinasi pertumbuhan top line dan efisiensi biaya tersebut menjadi faktor utama penguatan kinerja bottom line PTRO sepanjang tahun berjalan.

Aksi Korporasi Perkuat Kapabilitas Jangka Panjang

Selain perbaikan kinerja operasional, PTRO juga aktif melakukan aksi korporasi strategis. Pada November 2025, PTRO mengumumkan akuisisi 60% saham Scan-Bilt Pte Ltd (SBPL) senilai SGD 10,3 juta (sekitar US$ 8,03 juta), dengan sisa saham tetap dimiliki oleh TCAL Engineering.

Akuisisi ini memperluas kapabilitas PTRO di bidang konstruksi multidisiplin dan teknik sipil, termasuk fasilitas pengolahan migas darat (onshore), pabrik kimia, terminal tangki, hingga infrastruktur ketenagalistrikan.

Namun demikian, Harry menilai kontribusi finansial SBPL terhadap laba PTRO dalam jangka pendek masih terbatas.

“Nilai transaksi ekspansi ini relatif kecil terhadap skala PTRO, sehingga dampak laba jangka pendek kemungkinan belum material,” jelas Harry.

Diversifikasi Regional dan Risiko Kebijakan

Secara strategis, ekspansi melalui SBPL dinilai berpotensi signifikan dalam jangka panjang. Manajemen PTRO menargetkan SBPL sebagai penguat kapabilitas EPC multidisiplin, khususnya di sektor chemical processing dan onshore oil & gas, sekaligus menjadi hub ekspansi ke kawasan Asia Pasifik dan Oceania. Langkah ini juga membuka peluang diversifikasi pendapatan di luar Indonesia.

Meski demikian, Harry mengingatkan adanya risiko eksternal yang perlu dicermati investor, terutama terkait wacana kebijakan bea keluar ekspor batu bara sebesar 1%–5% yang direncanakan mulai 1 Januari 2026. Kebijakan tersebut berpotensi menekan arus kas dan insentif ekspansi bagi pelaku tambang batu bara, dengan implikasi lanjutan terhadap kontraktor pertambangan seperti PTRO.

Proyeksi Kinerja dan Rekomendasi Saham

Dari sisi fundamental, Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan PTRO sepanjang 2025 mencapai US$ 847 juta, dengan laba bersih sekitar US$ 10 juta, atau meningkat 3,1% YoY dibandingkan laba bersih tahun buku 2024 sebesar US$ 9,7 juta.

Berdasarkan prospek tersebut, Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PTRO dengan rating Spec Buy dan target harga Rp 17.000 per saham.

Baca juga : https://nexmancoffee.com/update-pasar-saham-global-17-desember-2025-teknologi-pimpin-penguatan/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/https://shopee.co.id/shop/780792744https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng?is_from_webapp=1&sender_device=pchttps://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng?is_from_webapp=1&sender_device=pc

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee