Bisnis & Korporasi

JTPE Buyback Saham Rp 140 Miliar, Optimisme Manajemen atas Fundamental Bisnis

Nexman Coffee
17 Desember 2025

JTPE Umumkan Buyback Saham Rp 140 Miliar, Sinyal Optimisme atas Fundamental Bisnis

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai bagi para pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Melalui keterbukaan informasi, JTPE menyampaikan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp 140 miliar, dengan jumlah maksimum 342,6 juta saham atau setara 5% dari total saham beredar.

Aksi korporasi ini menjadi sinyal positif dari manajemen kepada pasar, sekaligus mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang.

Batas Harga Buyback Rp 600 per Saham

Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei menyampaikan bahwa perseroan menetapkan harga maksimum buyback sebesar Rp 600 per saham. Penetapan harga tersebut telah mempertimbangkan kebutuhan strategis perusahaan, termasuk rencana inovasi dan ekspansi bisnis ke depan.

“Aksi korporasi buyback saham ini merupakan langkah untuk menjaga kepercayaan para investor JTPE, sekaligus bentuk optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan yang masih kuat, sementara harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental perusahaan,” ujar Allan dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).

Periode Buyback Hingga Maret 2026

Periode buyback saham akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak penyampaian keterbukaan informasi pada 9 Desember 2025. Proses pembelian saham telah dimulai pada 15 Desember 2025 dan direncanakan berlangsung hingga 6 Maret 2026.

Manajemen juga membuka kemungkinan untuk mengakhiri periode buyback lebih awal, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kinerja Keuangan Jadi Penopang Optimisme

Optimisme JTPE dalam melakukan buyback saham turut didukung oleh penguatan kinerja keuangan. Pada kuartal III 2025, JTPE berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih double digit sebesar 29% secara tahunan, mencapai Rp 167,92 miliar.

Sejalan dengan itu, penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 1,26 triliun, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Sekuriti Dominasi Penjualan

Mayoritas penjualan JTPE masih ditopang oleh segmen sekuriti, yang berkontribusi sekitar 90% terhadap total penjualan. Produk-produk sekuriti seperti KTP, paspor, dan kartu pembayaran menjadi penggerak utama, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Di sisi lain, JTPE juga tengah menjalani transformasi portofolio produk, dari solusi berbasis kertas (paper-based solutions) menuju digital information solutions yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pasar.

Keyakinan terhadap Pertumbuhan Berkelanjutan

Manajemen menegaskan bahwa aksi buyback saham ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis yang solid serta prospek pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri. “Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk JTPE yang terus berkembang, Perseroan menatap masa depan dengan optimisme yang kuat. Aksi buyback saham menjadi cerminan keyakinan Perseroan terhadap fundamental yang solid,” tandas Allan.

Baca juga : https://nexmancoffee.com/goto-tunjuk-hans-patuwo-sebagai-ceo-analis-tetap-rekomendasikan-buy/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee