Bisnis & Korporasi
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah menyiapkan serangkaian aksi korporasi lanjutan yang akan dipaparkan kepada publik dalam agenda public expose 2025. Langkah ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dilakukan di tengah proses restrukturisasi besar yang mencakup penguatan neraca, ekspansi armada, hingga pembelian kembali saham.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Desember 2025, manajemen menyebutkan bahwa public expose akan menjadi sarana untuk menjelaskan kinerja serta arah strategis perseroan sepanjang tahun 2025.
“Dengan ini kami menyampaikan Materi Presentasi untuk Public Expose PT Darma Henwa Tbk Tahun 2025,” tulis Director & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi.
Public expose DEWA dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember 2025, baik secara luring maupun elektronik. Agenda paparan akan mencakup kinerja operasional, kondisi keuangan, serta perkembangan strategis perseroan yang tengah menjalani fase transformasi bisnis.
Restrukturisasi Neraca dan Buyback Saham
Dalam materi presentasi, DEWA mengungkapkan telah melakukan konversi utang menjadi ekuitas senilai Rp1,4 triliun pada Februari 2025. Aksi ini dilakukan melalui penerbitan 18,83 miliar saham baru dengan harga konversi Rp75 per saham.
Dampak dari langkah tersebut terlihat signifikan pada struktur keuangan perseroan. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) membaik dari 1,32 kali menjadi 0,62 kali, sementara current ratio meningkat dari 0,70 kali menjadi 1,11 kali.
Selain itu, DEWA juga menjalankan program buyback saham dengan anggaran maksimal Rp950 miliar yang berlangsung pada periode 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026. Hingga 19 Desember 2025, realisasi buyback telah mencapai Rp160 miliar atau setara 372 juta saham.
Ekspansi Armada dan Kinerja Keuangan
Dari sisi operasional, DEWA mencatat ekspansi armada alat berat secara agresif sejak akhir 2024 hingga 2025. Penambahan excavator, dump truck, serta peralatan pendukung lainnya meningkatkan kapasitas produksi internal hingga sekitar 55–65 juta bcm per tahun. Strategi ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada subkontraktor dan meningkatkan efisiensi biaya.
Sejalan dengan itu, kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan. Pada semester I-2025, DEWA membukukan pendapatan Rp3,11 triliun, tumbuh 6,44% secara tahunan. Laba bersih melonjak menjadi Rp168 miliar, hampir sepuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan EBITDA menjadi Rp821 miliar.
Melalui public expose 2025, manajemen DEWA menegaskan komitmen untuk menyampaikan perkembangan aksi korporasi dan strategi bisnis secara transparan kepada investor dan pemangku kepentingan.
Baca juga : https://nexmancoffee.com/direksi-borong-saham-lewat-mesop-emtk-kantongi-dana-segar-rp-3806-miliar/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…