Berita & Update Finansial

HRUM Rencanakan Buyback Saham Rp335 Miliar Mulai Januari 2026, Ini Dampaknya ke Kinerja dan Valuasi

Nexman Coffee
03 Januari 2026

HRUM Rencanakan Buyback Saham Rp335 Miliar Mulai Januari 2026, Ini Dampaknya ke Kinerja dan Valuasi

Jakarta, 3 Januari 2026PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham pada awal pekan depan, di tengah tekanan laba bersih dan fluktuasi kinerja non-operasional, meski pendapatan dan EBITDA masih relatif terjaga hingga kuartal III-2025.

Rencana buyback ini mengacu pada POJK No.13/2023 tentang Buyback Saham, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi tertanggal 2 Januari 2026.

Detail Buyback Saham HRUM

Manajemen HRUM menyampaikan bahwa perseroan menyiapkan dana maksimal Rp335 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal, bukan dari pinjaman maupun hasil penawaran umum.

Dalam aksi ini, HRUM akan membeli kembali hingga 328.159.941 saham, setara dengan 2,43% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama maksimal tiga bulan, yakni 5 Januari hingga 17 Maret 2026.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana buyback tidak akan berdampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Kinerja Operasional Masih Terjaga

Dari sisi operasional, HRUM masih menunjukkan ketahanan kinerja. Pada kuartal III-2025, pendapatan tercatat Rp6,20 triliun, meningkat dibanding kuartal sebelumnya sebesar Rp5,72 triliun dan lebih tinggi dari Q4-2024 senilai Rp5,14 triliun.

Laba kotor juga relatif stabil di Rp979 miliar, sedikit membaik dibanding Q2-2025 Rp928 miliar. Namun, capaian ini masih jauh di bawah periode puncak 2024, yang menandakan adanya kompresi margin struktural, diduga akibat tekanan harga jual rata-rata komoditas dan biaya produksi.

EBITDA Q3-2025 tercatat Rp838 miliar, mencerminkan bahwa bisnis inti HRUM masih mampu menghasilkan arus kas operasional yang solid.

Tekanan Laba Bersih dan Volatilitas Non-Operasional

Tekanan utama HRUM datang dari sisi penghasilan/beban lain-lain. Pada Q3-2025, pos ini berbalik menjadi beban Rp426 miliar, berbanding terbalik dengan Q2-2025 yang mencatat penghasilan lain-lain Rp66 miliar.

Akibatnya, laba sebelum pajak turun tajam menjadi Rp171 miliar, dari Rp631 miliar pada kuartal sebelumnya. Dampaknya semakin terasa pada laba bersih, yang hanya mencapai Rp63 miliar, jauh menurun dari Rp513 miliar di Q2-2025 dan Rp647 miliar pada Q3-2024.

Secara tahunan, kondisi ini mencerminkan penurunan kualitas earning power, meskipun HRUM masih mencatat laba secara kuartalan.

Rasio Profitabilitas dan Valuasi

Penurunan laba berdampak langsung pada rasio keuangan. Return on Assets (ROA) Q3-2025 berada di 0,23%, sementara Return on Equity (ROE) hanya 0,80%, turun signifikan dari ROE Q3-2024 sebesar 2,49%.

Interest coverage ratio juga melemah ke 1,28 kali, dari sebelumnya 8,36 kali pada Q2-2025, menandakan ruang penyangga beban bunga semakin menyempit.

Dari sisi valuasi, EPS kuartalan yang hanya Rp9,14 membuat PER kuartalan melonjak ke 123,63 kali. Kenaikan PER ini lebih disebabkan oleh penurunan laba, bukan lonjakan harga saham.

Makna Buyback bagi Investor

Aksi buyback HRUM dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham di tengah fase konsolidasi kinerja. Buyback berpotensi menopang harga saham dalam jangka pendek dan meningkatkan rasio per saham, meski pemulihan berkelanjutan tetap bergantung pada stabilisasi laba dan normalisasi pos non-operasional.

Secara keseluruhan, HRUM masih solid secara operasional, namun masih menghadapi tantangan pada kualitas laba dan efisiensi struktur keuangan. Selama volatilitas penghasilan lain-lain belum mereda, kinerja perseroan diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi, bukan ekspansi agresif.

Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee