Berita & Update Finansial
Jakarta, 3 Januari 2026 — Aksi divestasi saham oleh Grup Bakrie terhadap PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) justru disambut positif oleh pasar. Meski penjualan dilakukan untuk kebutuhan pembayaran utang, pergerakan saham VKTR malah menguat tajam, didorong momentum teknikal agresif dan optimisme investor terhadap narasi kendaraan listrik (EV).
Berdasarkan keterbukaan informasi, PT Bakrie Metal Industries pada 24 Desember 2025 melepas sebanyak 551,6 juta saham VKTR, setara 1,26% kepemilikan, dengan harga Rp85 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp466,1 miliar.
Usai transaksi, kepemilikan Bakrie Metal Industries di VKTR turun dari 15,69% menjadi 14,43%. Manajemen menegaskan, aksi ini murni bertujuan pembayaran utang, bukan cerminan perubahan pandangan terhadap prospek bisnis VKTR.
Harga Saham Melonjak, Momentum Teknikal Sangat Kuat
Alih-alih tertekan, saham VKTR justru melonjak 17,16% pada sesi awal perdagangan 2 Januari 2026, memperpanjang tren penguatan yang telah terbentuk sejak kuartal IV-2025.
Secara teknikal, pergerakan VKTR menunjukkan tren naik yang sangat terkonfirmasi. Harga saham bergerak jauh di atas seluruh rata-rata pergerakan utama, dengan MA5 di kisaran 780, MA20 sekitar 397, dan MA200 di 168. Struktur ini mengindikasikan reli bersifat impulsif dan parabolik, bukan sekadar rebound jangka pendek.
Indikator momentum turut menguatkan sinyal tersebut. RSI di level 96,68, Stochastic RSI mendekati 95, ADX di atas 82, serta Williams %R mendekati nol menunjukkan kondisi jenuh beli ekstrem. Namun, hingga saat ini belum muncul sinyal jual yang valid.
MACD terus melebar positif, sementara Rate of Change (ROC) mencapai 395, mencerminkan percepatan harga yang sangat agresif. Dalam kondisi ini, pasar dinilai sedang berada pada fase price discovery berbasis momentum, bukan valuasi.
Demand Lebih Kuat dari Supply
Dari sisi volume, lonjakan transaksi yang menyertai kenaikan harga menjadi sinyal kunci. Saham yang dilepas pemegang saham besar terserap pasar tanpa menekan harga, menandakan demand lebih kuat dibanding supply.
Kondisi ini kerap menjadi ciri saham yang memasuki fase akumulasi agresif menuju euforia awal, bukan distribusi akhir.
Fundamental: Pendapatan Tumbuh, Laba Tertekan
Secara fundamental, kinerja VKTR memberikan konteks yang lebih berimbang. Hingga kuartal III-2025, pendapatan bersih VKTR mencapai Rp717 miliar, tumbuh 11% secara tahunan, ditopang peningkatan penjualan kendaraan listrik di tengah pasar otomotif nasional yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, laba bersih turun 89% menjadi Rp1,1 miliar. Penurunan ini lebih disebabkan oleh kenaikan beban usaha strategis untuk ekspansi, termasuk pengembangan produk dan uji coba dengan calon pelanggan, bukan melemahnya permintaan.
Pasar menilai kondisi ini sebagai fase investasi awal. Investor terlihat lebih fokus pada narasi pertumbuhan, positioning strategis di ekosistem EV, serta potensi leverage bisnis ke depan, ketimbang laba jangka pendek.
Sinyal Pasar: Momentum Kuat dengan Risiko Overheating
Aksi jual saham oleh Grup Bakrie terbaca sebagai langkah finansial internal, bukan sinyal bearish. Sebaliknya, respons pasar menunjukkan keyakinan bahwa VKTR sedang berada dalam fase momentum kuat.
Kesimpulannya, VKTR saat ini memancarkan sinyal bullish berbasis momentum, dengan risiko overheating yang perlu dicermati. Selama tren teknikal belum patah dan volume tetap mendukung, pasar masih berada dalam mode akumulasi agresif. Namun, volatilitas diperkirakan akan meningkat dan pergerakan harga akan sangat sensitif terhadap katalis baru.
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…