Bisnis & Korporasi
PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) menegaskan arah transformasi bisnisnya dari perusahaan ritel menjadi penggerak ekosistem industri kreatif terintegrasi. Transformasi ini tercermin dari keterlibatan DOSS dalam produksi film Pelangi di Mars, yang dikerjakan menggunakan fasilitas Doss Guava XR Studio, entitas di mana DOSS tercatat sebagai pemegang saham mayoritas.
Manajemen DOSS menyampaikan bahwa partisipasi dalam proyek film tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk membangun ekosistem kreatif secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari penyediaan perangkat dan teknologi, fasilitas produksi, hingga pengembangan konten.
Doss Guava XR Studio Jadi Fondasi Ekspansi
Kehadiran Doss Guava XR Studio dinilai menjadi fondasi penting dalam ekspansi DOSS ke bisnis berbasis teknologi dan konten. Melalui pengembangan fasilitas ini, DOSS tidak hanya berperan sebagai penyedia perangkat kreatif, tetapi juga sebagai enabler produksi konten berbasis teknologi.
“Melalui pengembangan Doss Guava XR Studio, kami ingin mengambil peran yang lebih strategis dalam rantai nilai industri kreatif, tidak hanya sebagai penyedia perangkat, tetapi juga sebagai enabler produksi konten berbasis teknologi,” tulis manajemen DOSS dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Teknologi XR Dorong Efisiensi Produksi Konten
Film Pelangi di Mars mencatat respons positif sejak peluncuran trailer perdananya, ditandai dengan tingginya antusiasme publik dan komunitas film di berbagai platform digital. Manajemen menilai capaian ini menjadi indikasi awal keberhasilan pemanfaatan teknologi Extended Reality (XR) dalam proses produksi film.
Teknologi XR memungkinkan proses produksi yang lebih efisien dan fleksibel, sekaligus membuka ruang eksplorasi visual yang lebih luas dibandingkan metode konvensional. Dengan pendekatan ini, DOSS melihat peluang besar untuk berperan sebagai enabler bagi industri film, konten digital, dan hiburan visual di Indonesia.
Pergeseran Peran DOSS dalam Rantai Nilai Industri Konten
Lebih lanjut, keterlibatan DOSS dalam produksi Pelangi di Mars menunjukkan pergeseran peran perseroan dari sekadar penyedia perangkat kreatif menjadi bagian aktif dalam rantai nilai industri konten.
Manajemen menilai langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis berbasis ekosistem, yang bertujuan memperkuat fundamental usaha sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis ritel tradisional.
Fokus Pengembangan Ekosistem Kreatif
Ke depan, DOSS menegaskan akan terus mengembangkan ekosistem industri kreatif yang terintegrasi, seiring dengan pertumbuhan industri kreatif dan teknologi digital di Indonesia. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi DOSS sebagai perusahaan teknologi kreatif dengan model bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga : https://nexmancoffee.com/cbdk-dirikan-pt-samudra-mega-utama-saham-menguat-188/
Cek shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Cek Tokopedia : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Cek Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…