Berita & Update Finansial
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini resmi menuntaskan akuisisi jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bermerek Esso di Singapura yang sebelumnya dimiliki oleh ExxonMobil.
Penyelesaian transaksi dilakukan setelah seluruh persetujuan regulator dan ketentuan penutupan (closing conditions) terpenuhi. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang TPIA dalam membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan berdaya saing regional.
“Perseroan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tulis manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (1/1/2026).
Langkah Lanjutan Strategi Infrastruktur Energi
Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025, TPIA telah mengumumkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement) untuk mengakuisisi jaringan SPBU ritel Esso di Singapura. Rampungnya transaksi ini menandai realisasi konkret dari strategi ekspansi non-petrokimia perseroan.
Analis menilai akuisisi ini memperkuat posisi TPIA dalam rantai nilai energi hilir (downstream), sekaligus memberikan eksposur langsung ke pasar energi Singapura yang matang, stabil, dan berstandar internasional.
Pandangan Analis: Diversifikasi Positif, Tapi Bertahap
Sejumlah analis pasar modal menilai langkah TPIA bersifat strategis dan defensif, terutama dalam konteks diversifikasi pendapatan di luar bisnis petrokimia yang sangat siklikal.
Akuisisi SPBU ritel dinilai:
-
Menambah sumber pendapatan berulang (recurring income)
-
Mengurangi ketergantungan terhadap volatilitas margin petrokimia
-
Memperluas jejak regional TPIA di Asia Tenggara
Namun demikian, analis juga mengingatkan bahwa kontribusi ke laba bersih dalam jangka pendek kemungkinan masih terbatas, mengingat bisnis ritel BBM cenderung memiliki margin yang lebih tipis dibandingkan segmen petrokimia inti.
“Nilai tambah utama dari akuisisi ini lebih bersifat strategis jangka menengah hingga panjang, terutama dalam membangun ekosistem energi terintegrasi,” ujar seorang analis sektor energi.
Sentimen Pasar dan Prospek Saham
Aksi korporasi ini dipandang positif oleh pasar karena mencerminkan disiplin ekspansi dan visi jangka panjang manajemen. Dengan latar belakang pemegang saham pengendali yang kuat serta rekam jejak eksekusi yang konsisten, TPIA dinilai memiliki kapasitas untuk mengoptimalkan aset energi yang diakuisisi.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati:
-
Kontribusi ke pendapatan konsolidasi
-
Strategi integrasi operasional SPBU
-
Potensi sinergi dengan bisnis energi dan petrokimia TPIA
Artikel Lainnya
Berita & Update Finansial
Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri
Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…
Berita & Update Finansial
Presiden Direktur SLJ Global (SULI) Suntik Dana Rp26 Miliar, Perkuat Likuiditas di Tengah Restrukturisasi Utang
Jakarta, 4 Januari 2026 — PT SLJ Global Tbk (SULI) memperoleh suntikan dana segar sebesar SGD2 juta atau setara Rp26 miliar melalui skema pinjaman…
