Ekonomi & Makro

Pasar Domestik Menguat di Tengah Suku Bunga BI Stabil dan Rupiah Berfluktuasi

Pasar keuangan domestik menunjukkan dinamika yang menarik seiring keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan, pergerakan rupiah yang volatil, serta penguatan selektif di pasar saham. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah potensi, investor mulai mencermati peluang dari pelonggaran kebijakan lanjutan dan stimulus domestik.

BI Tahan Suku Bunga, Fokus Stabilitas dan Transmisi Kebijakan

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut. Keputusan ini mencerminkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Sejak September 2024, BI telah memangkas suku bunga total 150 basis poin (bps). BI juga memproyeksikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5% pada tahun depan, meskipun terdapat tekanan dari proses pemulihan pascabencana di Sumatra.

Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tercatat di bawah potensi, dengan PDB kuartal III 2025 tumbuh 5,04% YoY. Kondisi ini menandakan tantangan pada transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.

Risiko utama: perlambatan ekonomi dan volatilitas inflasi.
Peluang pasar: ekspektasi pelonggaran lanjutan berpotensi mendorong obligasi pemerintah (INDOGB) dan aset berisiko domestik.

Rupiah Volatil Jelang dan Pasca Keputusan BI

Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp 16.700 per dolar AS menjelang pengumuman BI, namun kembali menguat ke Rp 16.680 setelah BI memutuskan menahan suku bunga.

Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS serta data tenaga kerja Amerika Serikat yang beragam. Meski demikian, keputusan BI menahan suku bunga dinilai membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Risiko eksternal: tekanan geopolitik global, termasuk isu blokade Venezuela, serta potensi penguatan lanjutan dolar AS.
Peluang trading: akumulasi rupiah di area support 16.600–16.700, dengan target rebound ke 16.500 apabila BI memberi sinyal pelonggaran ke depan.

Pertumbuhan Kredit Mulai Membaik, Tapi Permintaan Masih Lemah

Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit tahunan meningkat ke 7,74% pada November, menjadi level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Namun, masih tingginya fasilitas kredit yang belum dicairkan—mencapai Rp 2.509 triliun atau 23,18% dari plafon—menunjukkan permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih.

Pelaku usaha masih bersikap wait-and-see, seiring ketidakpastian global dan prospek ekonomi domestik yang moderat. BI sendiri menargetkan pertumbuhan kredit 2025 di bawah kisaran 8%–11%.

Risiko: transmisi moneter yang lambat dan potensi perlambatan PDB ke kisaran 4,7%–5,5%.
Peluang sektor: saham perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berpotensi menguat jika pemulihan kredit berlanjut, dengan indikator utama berupa pertumbuhan pinjaman baru.

IHSG Menguat Jelang Keputusan BI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan 0,3% ke level 8.710, didorong oleh sektor komunikasi, barang konsumen, dan jasa. Sejumlah saham unggulan menjadi motor penggerak, seperti Aneka Tambang (+4%) dan Impack Pratama (+2,4%).

Sentimen positif juga datang dari kesepakatan perdagangan bilateral (misalnya dengan Meksiko) serta alokasi Rp 60 triliun untuk pemulihan bencana nasional.

Risiko pasar: ketegangan geopolitik global, termasuk hubungan AS–Venezuela, yang berpotensi membatasi kenaikan lanjutan.
Peluang trading: posisi long pada saham-saham leader IHSG, dengan target indeks ke 8.800 jika sentimen positif berlanjut, sambil menghindari eksposur berlebihan ke komoditas yang rentan sanksi.

Kesimpulan Pasar

Kombinasi suku bunga BI yang stabil, rupiah yang relatif terjaga, serta penguatan selektif di pasar saham menciptakan peluang menarik bagi investor. Meski risiko global masih membayangi, fokus pada sektor domestik dan instrumen berpendapatan tetap dapat menjadi strategi defensif sekaligus oportunistik dalam jangka pendek hingga menengah.

Baca juga : https://nexmancoffee.com/adro-umumkan-dividen-interim-us-250-juta-dari-laba-tahun-buku-2025/
Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee