Berita & Update Finansial

Jakarta, 3 Januari 2026 — Sepanjang tahun 2025, perusahaan asal Singapura tercatat semakin agresif mengakuisisi emiten Indonesia. Berdasarkan riset CNBC Indonesia, setidaknya lima perusahaan terbuka (Tbk) di Tanah Air resmi diambil alih oleh investor Singapura, seiring daya tarik pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

Aksi akuisisi ini umumnya bertujuan memperluas jangkauan bisnis, mengamankan sumber daya strategis, hingga meningkatkan efisiensi industri. Menariknya, sebagian besar aksi pengambilalihan tersebut diikuti lonjakan harga saham emiten terkait.

Berikut daftar 5 perusahaan Indonesia yang diakuisisi Singapura sepanjang 2025:

1. PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)

Pada Mei 2025, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) diakuisisi oleh Visionary Capital Global Pte. Ltd (VCG).
VCG mengambil alih 69,34% saham TGUK dari pemegang saham lama, PT Dinasti Kreatif Indonesia.

Sebagai pengendali baru, VCG berencana melakukan mandatory tender offer (MTO) sesuai POJK No. 9/2018 serta menambah lini bisnis frozen food guna memperbaiki kondisi keuangan TGUK yang merugi. Hingga kini, saham TGUK masih berstatus suspensi di BEI.

2. PT Master Print Tbk (PTMR)

Pada Juni 2025, perusahaan Singapura Deep Source Pte. Ltd mengakuisisi 77,71% saham PT Master Print Tbk (PTMR) dari induknya, PT Mitra Pack Tbk (PTMP).

Aksi ini menyebabkan perubahan pengendali, dengan tujuan memperluas jaringan usaha Deep Source di Indonesia. Pasca transaksi, pengendali baru juga wajib melaksanakan MTO.

3. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM)

Emiten konstruksi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) diakuisisi oleh perusahaan Singapura Lim Shrimp Org Pte. Ltd.

Lim Shrimp membeli 313 juta saham (25%) SMKM dengan nilai transaksi sekitar Rp11,6 miliar. Setelah menjadi pengendali baru, Lim Shrimp akan melaksanakan tender offer wajib. Saham SMKM tercatat melonjak signifikan, bahkan naik ratusan persen dalam enam bulan terakhir.

4. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)

Pada November 2025, GX Archipelago Pte. Ltd mengakuisisi 29,50% saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) dari PT Falcon Asia Investama melalui transaksi pasar negosiasi.

Akuisisi tersebut langsung mendorong kenaikan harga saham BOGA hingga 20% dalam satu hari perdagangan. Seperti emiten lainnya, pengendali baru diwajibkan melaksanakan MTO kepada pemegang saham publik.

5. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

Akuisisi terbesar dilakukan oleh AGPA Pte. Ltd yang membeli 62,7% saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) senilai sekitar Rp9,4 triliun.

AGPA bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, material baterai, baja, hingga infrastruktur. Setelah transaksi, AGPA menjadi pengendali baru SGRO dan akan melaksanakan mandatory tender offer sesuai regulasi.

Tren Akuisisi Singapura Menguat

Masifnya akuisisi ini mencerminkan kuatnya minat investor Singapura terhadap Indonesia, didorong oleh:

  • Pasar domestik yang besar

  • Stabilitas ekonomi relatif terjaga

  • Sumber daya alam melimpah

  • Kebijakan investasi yang lebih terbuka

Ke depan, tren ini diperkirakan masih berlanjut, khususnya pada sektor energi, konstruksi, manufaktur, dan agribisnis.

Cek juga : https://nexmancoffee.com/shop/
Shope : https://id.shp.ee/XGu8zJ9
Tokped : https://tk.tokopedia.com/ZSPHcckwg/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@nexmankopigingseng

Artikel Lainnya

Berita & Update Finansial

Dana IPO Belum Terserap Penuh, Toba Surimi (CRAB) Simpan Rp2,47 Miliar di Bank Mandiri

Jakarta, 3 Januari 2026 — Lebih dari tiga tahun setelah melantai di bursa, PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih menyisakan sebagian dana hasil…

Nexman Coffee
Berita & Update Finansial

Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Analis Nilai Strategi Ekspansi Regional

Jakarta, 4 Januari 2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menunjukkan langkah agresif di awal 2026. Emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat…

Nexman Coffee